Apa sih ‘freak’ itu sejatinya??Kenapa dalam setiap kesempatan aku sering menemui orang yang mengucapkan itu. Bilang dia anehlah, inilah, itulah. Tapi kalau ditanya alasannya kenapa memanggil orang begitu, si pemanggil juga belum dapat menjelaskannya. So strange!
Apa panggilan ‘freak’ itu hanya sekedar ungkapan bukti bahwa si pemanggil iri terhadap si empunya panggilan?? Bisa jadi hal itu benar. Habisnya bila disuruh menjelaskan, toh si pemanggil hanya bisa mengungkapkan seperti ini “Ya,,dia freak.”
Then, so what? Does it disturb you? Apakah itu merugikan orang lain? Gak kan? Gak ada yang salah bila orang menganggap kita ‘freak’ ato semacamnya. Kenapa bisa bilang begitu?? Karena standar asli ‘freak itu sendiri nggak ada. Jadi, kemungkinan besar seseorang dipanggil ‘freak’ oleh orang lain adalah hanya karena si pemanggil memiliki masalah dengan si empunya panggilan. Iri, kurang suka, tidak seideologi, atau hal semacamnya.
Parahnya, panggilan ‘freak’ kepada seseorang acapkali sering bikin orang lain ikut-ikutan manggil ‘freak’ juga bahkan hingga seantero tempat si ‘freak’ beraktivitas akan ikut-ikutan manggil dia gitu. Tentunya hal itu berakibat buruk terhadap si empunya panggilan. Cause ke mana aja dia pergi *istilahnya gitu*, dia akan dipanggil begitu dan si empunya panggilan bakal ngerasa gerah dipanggil dengan nama yang bukan miliknya. Dan akibatnya yang lebih jauh, si empunya panggilan bias-bisa ngerasa down, kurang pede, dan gak bias show off buat nunjukin keahliannya di depan orang-orang yang udah memanggilnya ‘freak’, bahkan bias-bisa dia berubah jadi pribadi yang introvert. Tau dong kelanjutan kisahnya, bila rasa kepercayaan dirinya gak berkembang dan gak da orang disampingnya yang akan mensupportnya?? Dia akan susah buat maju dan nunjukin jati dirinya.
Buat kita, yang ngerasa udah pernah manggil orang dengan kata ‘freak’ tanpa alasan jelas, tidakkah kita menyadari kalau hal itu gak da untunge buat kita? Bikin mulut capek. Meski kadangkala ada kegembiraan ketika melihat si empunt panggilan ngerasa malu, tapi itu kan hanya kebahagiaan sejenak. Tambah bikin orang lain susah malah. Nah lho, kalo dah tau itu gak berguna buat merealisasikan cita-cita kita jadi dokter, semisal, then why don’t we stop doing such of that thing?? Karena pada dasarnya, kita juga gak punya alasan ilmiah kenapa kita manggil seseorang kayak gitu. So, stop that attitude, guys! Cause we don’t want to get that calling for us,right?
Sabtu, 05 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar